Angkat Integrasi Teknologi dan Budaya Lokal, Prodi Bimbingan Konseling UPMI Bali Gelar Seminar Nasional 2026

Aktivitas Mahasiswa / Berita Kampus

Angkat Integrasi Teknologi dan Budaya Lokal, Prodi Bimbingan Konseling UPMI Bali Gelar Seminar Nasional 2026

Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Sosial Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) menggelar Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan wawasan akademik dan kompetensi di bidang konseling.

Kegiatan yang mengusung tema “Integrasi Teknologi dan Budaya Lokal dalam Layanan Konseling” ini dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026 secara hybrid, yakni melalui Zoom Meeting serta bertempat ruang Auditorium Redha Gunawan

Ketua panitia, Ni Kadek Gita Pradnyani, menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi yang turut memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk layanan bimbingan dan konseling.

“Pemanfaatan teknologi digital seperti konseling daring memberikan peluang besar dalam meningkatkan efektivitas layanan. Namun, penting untuk tetap mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal agar layanan tetap kontekstual dan humanis,” ujarnya.Seminar ini menghadirkan narasumber Dr. Edris Zamroni, M.Pd Formulasi Konseling Era Baru: Sinergi Media Digital & Kearifan Lokal dari Universitas Muria Kudus dan Drs. I Nyoman Rajeg Mulyawan, M.Pd Integrasi Nilai Tri Hita Karana dalam Layanan Konseling: Pendekatan Berbasis Budaya Lokal Bali dari UPMI Bali, dengan moderator I Made Mahaardhika, S.H., M.Si.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam layanan konseling, mengkaji peran budaya lokal, mendorong inovasi dalam praktik konseling, serta menjadi forum diskusi ilmiah bagi dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan. Peserta seminar berasal dari berbagai kalangan, di antaranya dosen, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, guru BK/konselor, serta praktisi pendidikan yang mendaftar melalui platform daring yang telah disediakan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipersiapkan oleh panitia yang merupakan mahasiswa semester VIII Prodi Bimbingan dan Konseling sejak Januari 2026, melalui berbagai tahapan mulai dari penyusunan proposal, koordinasi dengan narasumber, hingga persiapan teknis pelaksanaan secara daring dan luring. Dari segi pendanaan, kegiatan ini didukung oleh Rektorat UPMI Bali serta kontribusi mahasiswa semester VIII, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Melalui seminar ini, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mampu mengimplementasikan integrasi teknologi dan nilai-nilai budaya lokal dalam praktik bimbingan dan konseling, sehingga dapat menjadi konselor yang profesional, adaptif, inovatif, serta tetap berakar pada kearifan lokal. Pada akhir kegiatan, panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta. Sebanyak lima peserta yang aktif bertanya berkesempatan mendapatkan hadiah pulsa dari panitia, sesuai dengan tagline pada poster kegiatan. Selain itu, jumlah pendaftar dalam Seminar Nasional ini tercatat mencapai 210 orang.

(HUMAS)